Pages

Selasa, 21 April 2015

Bagan Formal Profesi Teknologi Informasi





1. Programmer/Developer
Profesi programmer/developer adalah profesi yang paling sering terdengar, karena profesi ini sudah ada sejak diciptakannya komputer itu sendiri. Profesional dalam bidang software development dan consulting umumnya pernah meniti karir sebagai seorang programmer. Keahlian dalam algoritma dan penguasaan terhadap salah satu atau beberapa bahasa memprograman mutlak diperlukan oleh seorang programmer. Programer adalah profesi inti dan tulang punggung dalam software development karena tidak akan terwujud sebuah software aplikasi tanpa adanya programmer, sedangkan tanpa didukung profesi lainnya, seorang programmer dapat membuat sebuah aplikasi yang berguna walaupun dengan cakupan terbatas.

2. System Analyst
Seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan zaman, kebutuhan aplikasi komputer semakin kompleks. Ada kalanya proses bisnis dan permasalahan dalam suatu organisasi cukup kompleks untuk dijabarkan secara langsung ke sebuah software aplikasi. Biasanya para manajer/direksi perusahaan memahami secara detail mengenai proses bisnis di perusahaannya, misalnya dari sejak procurement, purchasing, manufacturing, warehousing, marketing, accounting dll, tetapi mereka biasanya kurang memahami mengenai bagaimana implementasinya secara teknis dalam software aplikasi. Kemudian seorang programmer biasanya terlalu berkutat dengan coding, algoritma dan hal-hal yang technical sehingga kadang mengalami kesulitan dalam memahami proses bisnis menyeluruh yang umumnya terjadi di organisasi/perusahaan tertentu.

3. Software Quality Assurance Engineer
Software Quality Assurance (SQA) engineer mungkin agak jarang terdengar di dunia kerja. Hal ini mungkin karena di Indonesia belum banyak lowongan kerja yang mencantumkan posisi ini. Bila anda pernah mendengar posisi “Software Tester”, maka itu termasuk dalam profesi ini. Salah satu tugas SQA engineer memang melakukan testing terhadap software.

4. Software Engineer
Profesi software engineer sebenarnya ada kemiripannya dengan profesi programmer, system analyst ataupun SQA engineer. Yang membedakannya adalah software engineer memerlukan keahlian lebih mendalam dalam hal SDLC (Software Development Life Cycle) yaitu seluruh proses yang harus dijalani dalam pengembangan software. Pada level tertentu, seorang software engineer juga harus menguasai manajeman proyek software development. Salah satu standar SDLC yang umum digunakan dalam software engineering adalah SWEBOK (Software Engineering Body of Knowledge).

5. Database Administrator (DBA)
Profesi Database Administrator (DBA) terkait erat dengan programmer dan system analyst. Seorang DBA biasanya pernah menjadi seorang programmer tetapi pekerjaannya lebih sering berkaitan dengan database. Perbedaannya dengan database application programmer adalah seorang DBA memiliki keahlian lebih mendalam dalam hal desain, optimasi dan manajemen RDBMS (Relational Database Managemant System) tertentu seperti Oracle, SQL Server, MySQL dll. Tentunya penguasaan terhadap SQL (Structured Query Language) mutlak diperlukan. DBA harus memiliki keahlian menterjemahkan requirement proses bisnis ke obyek-obyek dalam database seperti tabel, query\view dan stored procedure disamping keahliannya dalam optimasi database seperti tuning, indexing, clustering, backup data, maintain high availability dan sebagainya.

6. Software Architect
Software architect atau kadang disebut juga sebagai Technical Architect biasanya bekerja di perusahaan software development yang memiliki produk-produk software yang cukup besar dan kompleks. software architect bertugas untuk mendesain dan merekomendasikan secara technical mengenai bagaimana dan apa yang diperlukan dalam mengembangkan produk software tersebut. Profesional di bidang ini biasanya pernah meniti karir sebagai programmer, software engineer atau system analyst.

7. Software Implementer
Software implementer kadang desebut sebagai “Implementer” atau “Software Support”. Profesi ini kedengarannya mirip dengan “System Support” di dunia Computer System & Networking (lihat di “Profesi di dunia IT Bagian 1″). Memang secara pekerjaan ada kemiripan, tetapi sesuai penamaannya, dalam hal sesuatu yang disupport tentu sudah terlihat perbedaannya. Profesi software implementer tidak tergolong dalam bidang software development melainkan lebih dekat ke bidang software consulting

8. Technical Consultant/
Technical Consultan atau kadang disebut sebagai “Consultant” saja sesuai namanya bekerja sebagai konsultan IT. Tugas utama seorang konsultan adalah merekomendasika solusi teknologi IT terbaik untuk memecahkan masalah yang ada. Bila seorang software architect lebih menguasai solution domain, seorang technical consultant lebih menguasai problem domain. Seorang technical consultant mirip seorang system analyst yang lebih sering membuat konsep proses bisnis dan requirment daripada melakukan design atau coding. Technical consultant tentunya juga menguasai teknologi software development tetapi pada level yang lebih umum dan luas (high level) dan lebih condong termasuk dalam bidang software consulting.

9. User Interface Designer
Mungkin anda agak jarang mendengar nama profesi seperti ini karena memang istilah ini jarang digunakan. Ada iklan lowongan pekerjaan yang menggunakan istilah “User Interface Designer”, tetapi lebih sering digunakan istilah “Web Designer” untuk posisi tersebut.

Kebutuhan Terhadap Tenaga IT Di Bidang Industri Software ( Lokal dan Interlokal )

Kebutuhan tenaga IT di bidang industri software baik di dalam maupun luar negeri juga terus naik tajam. Tahun 2015 saja, misalnya, kebutuhan tenaga IT di luar negeri mencapai 3,3 juta lapangan kerja. Sedangkan di dalam negeri, kebutuhan tenaga IT diperkirakan mencapai 327.813 orang. Kebutuhan tenaga profesional IT di dalam negeri itu didasarkan pada proyeksi pertumbuhan industri tahun 2018 yang memiliki target produksi sekitar 8.195.33 US $, dengan asumsi produktifitas 25.000 per orang.

Kebutuhan tenaga IT di bidang industri software baik di dalam maupun luar negeri juga terus naik tajam. Tahun 2015 saja, misalnya, kebutuhan tenaga IT di luar negeri mencapai 3,3 juta lapangan kerja. Sedangkan di dalam negeri, kebutuhan tenaga IT diperkirakan mencapai 327.813 orang. Kebutuhan tenaga profesional IT di dalam negeri itu didasarkan pada proyeksi pertumbuhan industri tahun 2018 yang memiliki target produksi sekitar 8.195.33 US $, dengan asumsi produktifitas 25.000 per orang.
Sarjana IT tidak hanya bisa menjadi seorang pekerja, namun juga bisa menciptakan pekerjaan sendiri.  Para lulusan IT jika didukung dengan kemampuan berwirausaha yang cukup pasti bisa menjadi pengusaha yang sukses. Hal ini didukung oleh fakta bahwa masih minimnya produk – produk IT buatan dalam negeri. Pasti pasar akan lebih memilih untuk membeli program – program buatan dalam negeri yang jauh lebih murah dengan kualitas yang tidak jauh beda dengan produk – produk luar negeri.
“Peluang kerja di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada tahun-tahun mendatang, diperkirakan akan melonjak drastis, seiring kemajuan teknoogi di berbagai bidang yang membutuhkan adaptasi pasaran kerja. Kebutuhan tenaga IT di bidang industri software baik di dalam maupun luar negeri juga terus naik tajam. Tahun 2015 saja, misalnya, kebutuhan tenaga IT di luar negeri mencapai 3,3 juta lapangan kerja. Sedangkan di dalam negeri, kebutuhan tenaga IT diperkirakan mencapai 327.813 orang. Kebutuhan tenaga profesional IT di dalam negeri itu didasarkan pada proyeksi pertumbuhan industri tahun 2010 yang memiliki target produksi sekitar 8.195.33 US $, dengan asumsi produktifitas 25.000 per  orang. Beberapa negara maju dan berkembang saat ini memang mulai merasakan tingginya kebutuhan akan tenaga kerja di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

sumber :
http://bidikmasadepan.com/index.php/homepage/review_artikel/2/Gini_nih_Rasanya_Kuliah_di_Jurusan_INFORMATIKA

Kesempatan Kerja Sektor Telematika Indonesia

Kesempatan kerja pada sektor IT menjadi salah satu pekerjaan yang termasuk diminati dimana mulai banyak Universitas yang meluluskan sarjana dengan basis ilmu komputer.

Pekerjaan pun sudah mulai bervariasi dengan adanya IT sebagai pendobrak tenaga kerja.

Tenaga kerja yang mempunyai ilmu IT sangat dibutuhkan poerusahaan biasanya yang mahir dalam database, akan tetapi perkembangannya termasuk lambat , karena banyak perusahaan yang masih dalam zona aman , sehingga banyak lulusan atau fresh graduate yang kurang mendapatkan lapangan pekerjaan.

Hal tersebut berpengarh terhadap kesempatan kerja pada bidang IT , ditambah dengan berkembangnya sistem operasi yang semakin berevlusi menjadi lebih baik, tetapi masih banyak perusahaan yang memakai sistem lama karena takut terjadi kesalahan jika berpaling menggunakan sistem yang baru. 

Sarjana IT pun mestinya dapat melihat peluang yang lebih daripada hanya sekedar bekerja pada perusahaan dan menjadi karyawan. Sarjana IT dapat membuat sebuah Tim dan menawarkan produk IT baik itu seuahsistem , aplikasi , sistem keamanan dan lain-lain kepada suatu perusahaan daripada menjadi karyawan.

DImulai dengan hanya 150 ribu, sector telematika Indonesia akan membangun secara agregat lebih dari 81.000 lapangan kerja baru sejak tahun 2004 hingga 2009 dan berkontribusi terhadap pertumbungan lebih dari 1.100 perusahan telematika baru. Organisasi atau perusahaan local adalah penyumbang terbesar terhadap penciptaan lapangan kerja sector telematika.

sumber :
https://bagusharisa.wordpress.com/2013/03/19/rekayasa-perangkat-lunak-software-engineering/

Spesialisasi Teknik Komputer

Hardware dan network admin sebuah jenis pekerjaan yang banyak dibutuhkan saat ini terutama pada perusahaan/instansi yang telah mengimplementasikan teknologi komputer dan internet untuk menunjang pekerjaan. Contonya pc, server, aksesoris, hub, router, switch, perkabelan. 

·        System Administrator adalah seseorang yang bekerja untuk memelihara dan mengoperasikan sebuah sistem komputer atau jaringan yang berjalan setiap harinya disebuah organisasi/perusahaan. Contoh : sistem operasi, sevices, workgroup domain, internet domain name, messaging (email).

·        Database administrator sistem basis data adalah kumpulan data yang saling berhubungan dan disimpan secara bersama tanpa adanya pengulangan data (redudansi data) contoh : oracle db, my sql dan ms-sql).

       Programmer & System Analyst adalah Programmer adalah orang yang bertugas untuk menulis kode program untuk suatu aplikasi tertentu berdasarkan rancangan yang dibuat oleh system analis(lebih memahami teknologi komputer). Sistem analis adalah orang yang bertugas untuk menganalisis sistem dengan mempelajari masalah-masalah yang timbul dan menentukan kebutuhan-kebutuhan pemakai serta mengidentifikasikan pemecahan yang beralasan (lebih memahami aspek-aspek bisnis dan teknologi komputer). Contoh pemrograman (JSP, ASP, PHP dan C). 
Selain itu ada beberapa tingkatan Technology Specialist bisa di bagi sebagai berikut :

Technology Specialists I
Peran ini membutuhkan pengetahuan atau pengalaman yang seimbang di lapangan.untuk posisi entry level menerapkan keterampilan dasar.
Contoh : Pada bidang Applications/Programming, Systems Engineering, Network Analysis, IT Analysis and Equipment.

Technology Specialists II
Peran ini membutuhkan pengetahuan dan beberapa pengalaman substansial di lapangan berbagai posisi analis untuk posisi tingkat senior.
Contoh : Pada bidang  Applications Programming/Analysis, Network Analysis, IT Analysis dan posisi tingkat spesialis di System Engineering.

Technology Specialist III
Peran ini berisi  dua jalur untuk posisi Applications Programming/Analysis, Network Analysis, dan IT Analysis. Jalur pertama adalah sebagai konsultan teknis dan yang kedua sebagai penanggung jawab untuk mengajar, mengarahkan, dan mengawasi pekerjaan staff.

Technology Specialist IV
Peran ini memerlukan pengetahuan dan pengalaman kepemimpinan secara fungsional. Para ahli teknis ini memerlukan pengetahuan yang komprehensif dan pengalaman khusus yang cukup luas.
untuk posisi  tertinggi teknis di area khusus.
Contoh : Systems Engineering, Applications Analysis, Network Analysis, dan Operating Systems analysis, hingga  posisi supervisory level di Systems Engineering.


sumber :

https://saripedia.wordpress.com/tag/spesialisasi-keahlian/
http://triajiwantoro.blogspot.com/2015/04/pengertian-spesialisasi-keahlian.html

Computer Engineering, Computer Science , Software Engineering Dan Information Technology Specialist


A. Computer Engineer

Teknik komputer (disebut juga teknik sistem komputer, bahasa Inggris: computer engineering) adalah suatu disiplin khusus yang mengkombinasikan teknik elektro dan ilmu komputer. Seorang teknisi komputer adalah teknisi elektro arus lemah yang lebih berfokus pada sistem sirkuit digital, sistem komunikasi data pada frekuensi radio, dan elektronika sebagai bagian dari komputer secara menyeluruh. 

Dari kacamata ilmu komputer, seorang teknisi komputer adalah seorang arsitek perangkat lunak yang memiliki fokus pada interaksi antara perangkat lunak dan program serta komponen perangkat keras pendukungnya.

Contohnya : teknik jaringan dan internet

B. Computer Science

lmu yang mempelajari dasar-dasar teoritis dari informasi dan perhitungan dan teknik-teknik praktis untuk implementasi dan aplikasi dalam sistem komputer . Ilmuwan komputer menemukan algoritmik proses yang menciptakan, menjelaskan, dan mengubah informasi dan merumuskan cocok abstraksiuntuk merancang dan model sistem yang kompleks .Ilmu komputer memiliki banyak sub-bidang, beberapa, seperti teori kompleksitas komputasi , mempelajari sifat fundamental dari masalah komputasi , sementara yang lain, seperti grafis komputer , menekankan hasil perhitungan tertentu. Masih lain fokus pada tantangan dalam melaksanakan perhitungan. Sebagai contoh, bahasa pemrograman teoripenelitian pendekatan untuk menggambarkan perhitungan, sementara pemrograman komputerberlaku spesifik bahasa pemrograman untuk memecahkan masalah komputasi yang spesifik, daninteraksi manusia-komputer berfokus pada tantangan dalam membuat komputer dan perhitungan yang berguna, bermanfaat, dan universal diakses manusia.

Masyarakat umum kadang-kadang membingungkan ilmuwan komputer dengan lainnya profesional komputer memiliki karir di bidang teknologi informasi , atau berpikir bahwa ilmu komputer berkaitan dengan pengalaman mereka sendiri dengan komputer, yang biasanya melibatkan kegiatan seperti game, web browsing, dan pengolah kata. Namun, fokus dari ilmu komputer lebih pada pemahaman sifat-sifat program yang digunakan untuk mengimplementasikan perangkat lunak seperti game dan web-browser, dan menggunakan pemahaman bahwa untuk menciptakan program-program baru atau meningkatkan yang sudah ada.  

C. Software Engineering

Software engineering (SE) ​​adalah aplikasi dari pendekatan yang sistematis dan disiplin,dihitung untukpengembangan desain operasidan pemeliharaan perangkat lunakdan studi ini pendekatan, yaitu penerapan rekayasa perangkat lunakRekayasa perangkat lunak Istilah pertama kali muncul dalam Konferensi 1.968 Rekayasa Perangkat LunakNATOdan dimaksudkan untuk memprovokasi pemikiran mengenai "krisis perangkat lunak" yang dirasakan pada saat itu.

Profesi software engineer sebenarnya ada kemiripannya dengan profesi programmer, system analyst ataupun SQA engineer. Yang membedakannya adalah software engineer memerlukan keahlian lebih mendalam dalam hal SDLC (Software Development Life Cycle) yaitu seluruh proses yang harus dijalani dalam pengembangan software. Pada level tertentu, seorang software engineer juga harus menguasai manajeman proyek software development. Salah satu standar SDLC yang umum digunakan dalam software engineering adalah SWEBOK (Software Engineering Body of Knowledge).

D. Information Technology Specialist

Spesialis TI adalah orang yang bertanggun jawab terhadap kelangsungan operasi dan pngembangan sistem informasi. Umumnya bagian ini di beri nama Pengolah Data Elektronik (PDE).

Spesialis IT diantaranya adalah
  • Operator, Dalam Hal ini operator komputer mempunyai tugas mengoprasikan komputer dan peralatan pendukung. Adapun operator yang mempunyai tugas dalam pemasukan data biasanya di sebut sebagai operator entri data (data entry operator)
  • Analis sistem mempunyai tugas sebagai antar muka antar pemakai informasi dengan sistem informasi. Analislah yang bertanggung jawab menerjemahkan kebutuhan pemakai menjadi sebuah rancangan basisdata dan aplikasi.
  • Program Aplikasi mempunyai tugas membuat suatu aplikasi (program komputer) yang di pakai dalam Sistem informasi Aplikasi yang di buat di dasarkan spesifikasi yang di buat oleh analis sistem.
  • Analis Program adalah suatu posisi dalam PDE yang bertugas sebagai pemrogram yang berhubungan dengan operasi internal komputer dan periferal (software enggener atau system engginer).
  • Administrator basis data bertanggung jawab terhadap struktur data di dalam basis data yang di gunakan dalam organisasi. Administrator yang berperan dalam mendefinisikan standar data.
  • Teknisi Komunikasi data mempunyai tanggung jawab terhadap masalah komunikasi data dan jaringan komputer.
  • Teknisi Perawatan Sistem bertanggung jawab terhadap kelangsungan operasi perangkat keras (hardware engineer).
  • Webmaster adalah personil yang bertanggung jawab terhadap isi halam web yang di miliki oleh organisasi.
  • Personil ini mempunyai tanggung jawab memastikan bahwa sistem informasi yang berbasis komputer memenuhi azaz- azaz akuntansi dan pengauditan sehingga keamanan data dalam sistem terjamin

sumber :

https://choirulyogya.wordpress.com/profesi-ti/4-software-engineer/
http://boedisetia.blogspot.com/p/rekayasa-perangkat-lunak.html
http://wanrenaldo.blogspot.com/2011/11/tugas-3-konsep-teknologi.html

Senin, 23 Maret 2015

Tugas Etika dan Profesionalisme TSI

Nama : Haidan Fiqri
Kelas :4KA40
NPM : 17111978


Tulisan Etika dan Profesionalisme TSI

1. Jelaskan pengertian ETIKA, PROFESI, dan ciri khas dari profesi di bidang IT 


ETIKA
Etik (atau etika) berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat. Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan dengan konsep yang dimilki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau baik.Etika merupakan sebuah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan perilaku manusia dalam hidupnya.
PROFESI
Profesi adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian. Berdasarkan pengertian tersebut dapat dijelaskan bahwa etika profesi dalah keterampilan seseorang dalam suatu pekerjaan utama yang diperoleh dari jalur pendidikan atau pengalaman dan dilaksanakan secara kontinu yang merupakan sumber uta 
2. Jelaskan pengertian PROFESIONALISME beserta cirri-cirinya, KODE ETIKA dan ciri-ciri seorang professional di bidang IT


PROFESIONALISME
Profesionalisme adalah suatu kemampuan yang dianggap berbeda dalam menjalankan suatu pekerjaan . Profesionalisme dapat diartikan juga dengan suatu keahlian dalam penanganan suatu masalah atau pekerjaan dengan hasil yang maksimal dikarenakan telah menguasai bidang yang dijalankan tersebut.
Ciri-ciri profesionalisme:
  1. Punya ketrampilan yang tinggi dalam suatu bidang serta kemahiran dalam menggunakan peralatan tertentu yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas yang bersangkutan dengan bidang tadi.
  2. Punya ilmu dan pengalaman serta kecerdasan dalam menganalisis suatu masalah dan peka di dalam membaca situasi cepat dan tepat serta cermat dalam mengambil keputusan terbaik atas dasar kepekaan.
  3. Punya sikap berorientasi ke depan sehingga punya kemampuan mengantisipasi perkembangan lingkungan yang terbentang di hadapannya.
  4. Punya sikap mandiri berdasarkan keyakinan akan kemampuan pribadi serta terbuka menyimak dan menghargai pendapat orang lain, namun cermat dalam memilih yang terbaik bagi diri dan perkembangan pribadinya.
Kode Etik Seorang Profesional Teknologi Informasi (TI)
Dalam lingkup TI, kode etik profesinya memuat kajian ilmiah mengenai prinsip atau norma-norma dalam kaitan dengan hubungan antara professional atau developer TI dengan klien, antara para professional sendiri, antara organisasi profesi serta organisasi profesi dengan pemerintah. Salah satu bentuk hubungan seorang profesional dengan klien (pengguna jasa) misalnya pembuatan sebuah program aplikasi.
Seorang profesional tidak dapat membuat program semaunya, ada beberapa hal yang harus ia perhatikan seperti untuk apa program tersebut nantinya digunakan oleh kliennya atau user dapat menjamin keamanan (security) sistem kerja program aplikasi tersebut dari pihak-pihak yang dapat mengacaukan sistem kerjanya (misalnya: hacker, cracker, dll).


Ciri-ciri Seorang Profesional dibidang IT :
Memilki sikap mandiri berdasarkan kemampuan yang di milikinya secara pribadi serta terbuka dan mau menghargai pendapat orang lain, serta cermat dalam memilih yang terbaik bagi diri dan perkembangan pribadinya, atau dengan kata lain adalah mandiri . Seorang pekerja dibidang IT terutama programmer harus memiliki sikap tidak tergantung dengan orang lain, terbuka, mau menerima dengan hati yang lapang atas pekerjaanya, saat dikritik tentang pekerja tersebut maupun saat mendapat saran dari orang lain, bahkan dapat komplain dari klien karena ada program yang dibuatnya tidak jalan karena beberapa factor, misalkan program yang dibuat kena virus,error, dan lain-lain.
Memiliki pengetahuan yang tinggi dan handal di bidang IT , Seorang programer harus mempunyai modal yang cukup salah satunya menguasai bahasa pemprograman, sehingga dalam pembuatan program tersebut benar-benar terjamin kualitasnya dan juga tidak asal-asalan, sehiingga program tersebut dapat bermanfaat.
Menerapkan norma-norma yang berhubungan dengan IT yang telah diatur dalam kode etik, misalkan profesional atau developer dengan klien, antara para profesional dalam ruang lingkup itu sendiri, atau antara organisasi profesi serta organisasi profesi dengan pemerintah. Contohnya salah satu bentuk hubungan seorang programer dengan klien atau pengguna jasa, misalnya pembuatan sebuah program aplikasi yang dibuatnya.
Seorang programmer tidak dapat membuat suatu program semaunya sendiri, ada beberapa hal yang harus ia perhatikan seperti : untuk apa program tersebut dibuat dan nantinya digunakan oleh kliennya atau user, ia dapat menjamin keamanan sistem kerja program aplikasi tersebut dari pihak-pihak yang dapat mengacaukan sistem kerjanya.
 
Sumber :
http://ariefbudimangunadarma.blogspot.com/2012/11/etika-dan-profesi-dalam-bidang-it.html


2). Jelaskan pengertian Profesionalisme, ciri-ciri profesionalisme, dan kode etiknya apa saja?

–Profesionalisme Profesionalisme (profésionalisme) ialah sifat-sifat (kemampuan, kemahiran, cara pelaksanaan sesuatu dan lain-lain) sebagaimana yang sewajarnya ter­dapat pada atau dilakukan oleh seorang profesional. Profesionalisme berasal daripada profesion yang bermakna berhubungan dengan profesion dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya, (KBBI, 1994). Jadi, profesionalisme adalah tingkah laku, kepakaran atau kualiti dari seseorang yang profesional 
-Ciri-ciri Profesionalime yang harus dimiliki oleh seorang IT berbeda dari bidang pekerjaan yang lainnya. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut :
1. Memiliki kemampuan / keterampilan dalam menggunakan peralatan yang berhubungan dengan bidang pekerjaan IT Seorang IT harus mengetahui dan mempraktekkan pengetahuan IT-nya ke dalam pekerjaannya.
2. Punya ilmu dan pengalaman dalam menganalisa suatu software atau Program.
3. Bekerja di bawah disiplin kerja
4. Mampu melakukan pendekatan disipliner
5. Mampu bekerja sama
6. Cepat tanggap terhadap masalah client.
-Kode etiknya
*Kode etik profesinya memuat kajian ilmiah mengenai prinsip atau norma-norma dalam kaitan dengan hubungan Antara professional atau developer TI dengan klien, antara para professional sendiri, Antara organisasi profesi serta organisasi profesi dengan pemerintah. Salah satu bentuk hubungan seorang professional dengan klien (pengguna jasa) misalnya pembuatan sebuah program aplikasi.
*Seorang professional tidak dapat membuat program semaunya, ada beberapa hal yang harus ia perhatikan seperti untuk apa program tersebut nantinya digunakan oleh kliennya atau user; ia dapat menjamin keamanan (security) system kerja program aplikasi tersebut dari pihak-pihak yang dapat mengacaukan system kerjanya (misalnya: hacker, cracker, dll).
Sumber :

3. Jelaskan jenis-jenis ancaman (thread) melalui IT dan kasus-kasus Cybercrime




Banyaknya ancaman dalam dunia IT membuat para professional melakukan berbagai cara untuk melindungi data-data yang mereka miliki. Hacker dan cracker merupakan contoh dari pelaku cyber crime, selain itu juga ada ancaman-ancaman lainnya seperti worm, spam, dan lain-lain. Beberapa contoh jenis kejahatan atau ancaman dalam beberapa bentuk modus, antara lain :

I.            Data Forgery

Ini merupakan kejahatan dengan memalsukan data pada dokumen-dokumen penting yang tersimpan sebagai scripless melalui internet. Kejahatan ini biasanya ditujukan untuk dokumen-dokumen e-commerce dengan membuat seolah-olah terjadi SALAH KETIK yang pada akhirnya menguntungkan pelaku karena dengan memasukkan data-data palsu.

II.         Infringements of Privacy

Jenis kejahatan ini biasanya ditujukan pada keterangan pribadi seseorang yang tersimpan dalam formulir data pribadi yang tersimpan secara computerized, yang bila diketahui oleh orang lain maka akan menimbulkan korban secara materi ataupun non materi, seperti kartu kredit, pin ATM, dan lainnya.



III.      Cyber Espionage

Ini merupakan jenis kejahatan yang memanfaatkan jaringan internet untuk melakukan kegiatan mata-mata terhadap pihak lain, dengan memasuki sistem jaringan computer pihak sasaran. Biasanya kejahatan ini dilakukan karena factor persaingan bisnis.

IV.         Cyber Sabotage and Extortion

Kejahatan ini dilakukan dengan membuat membuat gangguan, perusakan atau penghancuran terhadap suatu data, program computer atau system jaringan computer yang terhubung dengan internet. Kejahatan ini biasanya dilakukan dengan menyusupkan suatu logic bomb, virus pada computer tertentu sehingga data ataupun program computer tidak dapat digunakan.

CyberCrime

Perkembangan Internet dan umumnya dunia cyber tidak selamanya menghasilkan hal-hal yang postif. Salah satu hal negatif yang merupakan efek sampingannya antara lain adalah kejahatan di dunia cyber atau cybercrime.

Contoh Kasus CyberCrime

·) Pencurian dan penggunaan account Internet milik orang lain
Salah satu kesulitan dari sebuah ISP (Internet Service Provider) adalah adanya account pelanggan mereka yang dicuri dan digunakan secara tidak sah. Berbeda dengan pencurian yang dilakukan secara fisik, pencurian account cukup menangkap user id dan password saja. Hanya informasi yang dicuri. Sementara itu orang yang kecurian tidak merasakan hilangnya benda yang dicuri. Pencurian baru terasa efeknya jika informasi ini digunakan oleh yang tidak berhak. Akibat dari pencurian ini, penggunan dibebani biaya penggunaan acocunt tersebut. Kasus ini banyak terjadi di ISP. Namun yang pernah diangkat adalah penggunaan account curian oleh dua Warnet di Bandung.

· ) Denial of Service (DoS) dan Distributed DoS (DDos) attack
DoS attack merupakan serangan yang bertujuan untuk melumpuhkan target (hang, crash) sehingga dia tidak dapat memberikan layanan. Serangan ini tidak melakukan pencurian, penyadapan, ataupun pemalsuan data. Akan tetapi dengan hilangnya layanan maka target tidak dapat memberikan servis sehingga ada kerugian finansial. Bagaimana status dari DoS attack ini? Bayangkan bila seseorang dapat membuat ATM bank menjadi tidak berfungsi. Akibatnya nasabah bank tidak dapat melakukan transaksi dan bank (serta nasabah) dapat mengalami kerugian finansial. DoS attack dapat ditujukan kepada server (komputer) dan juga dapat ditargetkan kepada jaringan (menghabiskan bandwidth). Tools untuk melakukan hal ini banyak tersebar di Internet. DDoS attack meningkatkan serangan ini dengan melakukannya dari berberapa (puluhan, ratusan, dan bahkan ribuan) komputer secara serentak. Efek yang dihasilkan lebih dahsyat dari DoS attack saja.

·) Membajak situs web

Salah satu kegiatan yang sering dilakukan oleh cracker adalah mengubah halaman web, yang dikenal dengan istilah deface. Pembajakan dapat dilakukan dengan mengeksploitasi lubang keamanan. Sekitar 4 bulan yang lalu, statistik di Indonesia menunjukkan satu situs web dibajak setiap harinya.

Sumber :



4. Jelaskan dengan selengkap-lengkapnya tentang IT AUDIT TRAIL, REALTIME AUDIT, dan IT FORENSIK




IT Audit Trail

Audit Trail adalah salah satu fitur dalam program yang mencatat semua kegiatan yang dilakukan tiap user dalam suatu tabel log. Jenis kegiatan ini bisa berupa menambah, merubah ataupun menghapus. Dasar ide dari audit trail adalah menyimpan asal muka suatu data dan siapa yang bisa menampilkannya secara kronologis. IT audit trail merupakan suatu bagian yang ada di dalam program yang kegiatannya mencatat kegiatan-kegiatan audit yang secara rinci dilakukan oleh pengguna. Dengan adanya IT audit trail maka kita bisa mengetahui apa saja uang dilakukan pengguna. Dengan adanya ini diharapkan semua kegiatan dapat tercatat dengan baik dan dapat digunakan jika suatau saat nanti dibutuhkan.

Real Time Audit

Merupakan pengelolaan informasi yang penting pada setiap proses untuk memastikan bahwa semua itu direkam, disimpan, dikirim, dianalisis, dan diakses secara real time dengan imput data dan akses yang berada langsung di lokasi manapun. Eal time audit adalah teknologi yang berdiri sendiri namun memiliki relevansi langsung dengan sebagian besar aplikasi yang bersifat vertical.

IT Forensics

Merupakan pangunaan sekumpulan prosedur untuk melakukan pengujian secara menyeluruh suatu system computer dengan menggunakan software dan tool untuk memelihara barang bukti tindakan criminal. Tujuan IT forensics adalah mendapatkan fakta-fakta objektif dari sebuah insiden atau pelanggaran keamanan system informasi. Fakta tersebut setelah diverifikasi akan menjadi bukti yang akan digunankan dalam proses hokum selanjutnya.

Sumber :

 

Blogger news

Blogroll